Selasa, 30 Desember 2014

Makalah Kalimat Imperatif

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti “dengan” dan kata tattein yang bearti “menempatkan” jadi secara etimologi bearti : menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Banyak ahli telah mengemukakan penjelasan ataupun batasan sintaksis. Ada yang mengatakan bahwa sintaksis merupakan bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk kalimat, klausa, dan frase (Ibrahim, dkk:1). Sintaksis itu mempelajari hubungan gramatikal di luar batas kata, tetapi di dalam satuan yang kita sebut kalimat (Verhaar, 1981:70). 
Frase, klausa, dan kalimat adalah satuan bahasa. Konstruksinya disebut konstruksi sintaksis. Dilihat dari tatanan unsur-unsur pembentuknya, frase, klausa, dan kalimat itu merupakan konstruksi, yang secara khas disebut sintaksis karena konstruksi-konstruksi itu dibahas dan dikaji dalam subdisiplin sintaksis. Atas dasar pemikiran itu dikenal konstruksi frase, konstruksi klausa, dan konstruksi kalimat (Suparno, 1987:7). 
Banyak permasalahan yang sering kita temui dalam sintaksis namun, di dalam makalah ini penulis hanya menyajikan topik seputar kalimat imperatif  dari beberapa sumber buku dan juga sumber elektronik sebagai sumber tambahan.

RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang di bahas dalam makalah ini adalah “Apa yang dimaksud dengan kalimat imperatif?”

Sabtu, 21 Juni 2014

Makalah Analisis Kesalahan Berbahasa

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, khususnya nikmat kesehatan serta kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan alam Nabi besar  Muhammad SAW.
            Selanjutnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen yang telah memberikan kepercayaan kepada kelompok kami untuk menyelesaikan makalah yang berjudul Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Serta Ciri-Ciri Bahasa Baku ini.

Makalah AIK V

AKHLAK KEPADA ALLAH

A.     Pengertian Akhlak kepada Allah
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab( اخلاق) yang merupakan bentuk jamak dari (خلق ) yang berarti tingkah laku, perangai, atau tabiat. Menurut istilah akhlak berarti daya kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir atau direnungkan lagi. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa, akhlak kepada Allah merupakan perbuatan yang dilakukan manusia kepada Allah SWT secara spontan.

Rabu, 28 November 2012

Ilmu Alamiah Dasar


IPA DAN TEKNOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
 A.    PENDAHULUAN
 Manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang terbaik dibandingkan dengan mahluk lainnya. Hal ini disebabkan manusia mempunyai otak untuk berpikir dan selalu mengembangkan diri guna mendapatkan kehidupan lebah aman dan nyaman. Berbeda dengan hewan yang kehidupan statis tidak berubah dari zaman ke zaman, baik dari makanan yang dikomsumsi maupun dari pola kehidupannya. Walaupun demikian perawatan manusia membutuhkan waktu yang sangat lama (kira-kira sepertiga dari umurnya) untuk dapat hidup mandiri. Hal ini disebabkan karena proses pendewasaan

Perkembangan Peserta Didik


B.     Perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap

Antara pengetahuan dan tindakan ternyata tidak selalu terjadi korelasi positif yang tinggi (Surakhmad, 1980:9). Proses pertumbuhan dan kelanjutan pengetahuan menuju bentuk sikap dan tingkah laku adalah proses kegiatan yang musykil. Seorang individu yang pada waktu tertentu melakukan perbuatan tercela ternyata melakukannya tidak selalu karena ia tidak mengetahui bahwa perbuatan itu tercela, atau tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat.

1.      Pengertian dan Saling Keterkaitan Antara Nilai, Moral, dan Sikap sert Pengaruhnya terhadap Tingkah Laku
Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, misalnya adat kebiasaan dan sopan santun (Sutikna, 1988;5). Sopan santun, adat, dan kebiasaan serta nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam kedudukannya sebagai warga negara Indonesia dalam hubungan  hidupnya dengan negara serta dengan sesama warga negara.
Bagaimana kaitannya antara nilai-nilai dan moral?

AIK II



Tugas Akhir

AL - ISLAM
KEMUHAMMADIYAAN



HAJAT MANUSIA TERHADAP AGAMA

ð  Ringkasan
Manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani manusia berupa makanan, minuman, pakaian, dll. Sedangkan kebutuhan rohani manusia adalah ibadah (agama). Agama merupakan penuntun, pembimbing, dan pengarah bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya demi mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat melalui petunjuk dari Allah yang berupa wahyu.
Ada beberapa tingkatan atau macam-macam hidayah, yaitu :
1.      Hidayah tabiat. Hidayah tabiat merupakan kelakuan atau perilaku manusia yang sudah menjadi kebiasaan karena di bawanya sejak kecil.
2.      Hidayah indera. Hidayah indera merupakan panca indera yang diberikan kepada manusia seperti indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba yang berfungsi membantu manusia melakukan kegiatan sehari-harinya.

Sabtu, 02 Juni 2012

KONSEP DASAR MORFOLOGI


Dalam pembahasan ini, ada beberapa hal penting yang perlu untuk kita pahami sebelum yaitu :1.       pengertian morfologi;
2.       perbedaan antara morfem, morf, dan alomorf;
3.       morfem bebas dan morfem terikat;
4.       Akar kata, stem, dan basis.
  A.      Pengertian Morfolog
M. Ramlan, dalam buku Ilmu Bahasa Indonesia : Morfologi (cet. 1, 1967; cet. IV, 1980), mendefinisikan morfologi sebagai “bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk struktur kata serta pengeruh perubahan-perubahan struktur kata terhadap golongan dan arti kata” (1980 : 20).
Gorys Keraf (1984 : 51) “bagian dari tata bahasa yang membicarakan bentuk kata”.
J.S. Badudu, dalam bukunya Pelik-pelik Bahasa Indonesia (cet. I, 1971; cet. XXIV, 1982), mendefinisikan morfologi sebagai “ilmu yang membicarakan morfem yaitu bagaimana kata dibentuk dari morfem-morfem” (1980: 66)
Hartimurti Kridalaksana, dalam Kamus Linguistik (1982: 111), membatasi pengertian morfologi ini sebagai “ bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya” atau “bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata, yakni morfem”
 Berdasarkan pendapat di atas dapat disipulkan bahwa morfologi adalah salah satu cabang dari ilmu bahasa atau linguistik yang secara khusus mempelajari seluk-beluk morfem serta gabungan antara morfem-morfem.